Harga Minyak Naik, OPEC+ Tetap Lanjutkan Pembatasan Produksi

Harga minyak naik pada Jumat (05/03) pagi dan investor masih mencerna keputusan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) untuk tetap menjaga pembatasan pasokan berlanjut.

Harga minyak Brent naik 0,82% ke $67,29 per barel pukul 11.08 WIB dan harga minyak WTI juga naik 0,81% di $64,35 per barrel menurut data Investing.com.

Kelompok tersebut menyetujui kelanjutan tingkat produksi yang diberlakukan saat ini untuk bulan April pada pertemuan para menteri Kamis kemarin. Hal itu berbeda dengan ekspektasi luas bahwa kelompok akan melonggarkan pembatasan. Sementara itu, Rusia dan Kazakhstan akan meraih pengecualian dari pembatasan tersebut.

Pertemuan OPEC+ berikutnya akan berlangsung pada 1 April, di mana tingkat produksi kemungkinan akan dibahas lagi.

Negara eksportir minyak utama Arab Saudi juga berjanji untuk mempertahankan pengurangan produksi sukarelanya sebanyak 1 juta barel per hari dan Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman terus mendesak agar tetap berhati-hati. Ia berpendapat bahwa melakukan kesalahan di sisi kehati-hatian akan lebih baik daripada peningkatan pasokan di waktu yang tidak tepat, RBC Capital Markets mengatakan dalam catatan.

Keputusan tersebut tampaknya menjadi kemenangan bagi Arab Saudi, yang menganjurkan agar pengurangan pasokan untuk mendukung harga. Namun, ada kekhawatiran yang meningkat bahwa kenaikan harga minyak mentah, berkat pengurangan pasokan OPEC+ dan peluncuran vaksin COVID-19 global, dapat menyebabkan peningkatan aktivitas pengeboran oleh pengebor minyak serpih AS dan meningkatkan inflasi global.

Namun, catatan RBC Capital juga menambahkan bahwa menghidupkan kembali produksi minyak serpih tampaknya tidak menjadi perhatian utama.

Di sisi permintaan bahan bakar, investor disambut dengan tanda-tanda kebangkitan permintaan, terutama di Asia. China melaporkan konsumsi bensin dan solar memperpanjang kenaikannya di atas level sebelum COVID-19 pada tahun 2021, hal itu lantaran aktivitas pabrik kembali lebih cepat dari yang diharapkan dan program pembangunan infrastruktur dipercepat setelah libur Tahun Baru Imlek di bulan Februari.

Selain gelombang kejutan dari keputusan OPEC+, investor juga menantikan Kongres Rakyat Nasional China, pertemuan rencana lima tahun baru negara itu akan diumumkan. Negara ini menetapkan target pertumbuhan ekonomi konservatif di atas 6% untuk tahun 2021, di bawah perkiraan ekonom, dan menguraikan dukungan fiskal yang sedang berlangsung dengan kebijakan moneter yang hati-hati saat kongres dibuka.

Source : id.investing.com