© Reuters.

Harga minyak naik pada Jumat (19/06) pagi di Asia, melanjutkan tren penguatan pada sesi sebelumnya Kamis (18/06). Tren positif minyak ini terjadi setelah OPEC+ melaksanakan rapat pemantauan kepatuhan kesepakatan pemangkasan produksi.

Menurut data Investing.com, harga minyak mentah Brent naik 0,63% ke $41,77 per barel dan harga minyak mentah WTI menguat 0,75% di $39,13 per barel pukul 09.24 WIB.

Harga minyak terus menguat didorong oleh hasil rapat panel yang diketuai OPEC Kamis untuk memantau kepatuhan terhadap pemotongan yang dijanjikan anggota OPEC+ pada bulan April silam. Irak dan Kazakhstan, dua negara yang sulit memenuhi target pemotongannya, mengumumkan rencana untuk mengkompensasi kelebihan produksi negara pada bulan Mei.

Investor berharap bahwa kedua negara akan tetap menjalani rencana tersebut, yang akan mengurangi jumlah minyak ekstra dari pasokan global, dan menurunkan kelebihan pasokan bahkan jika pemotongan OPEC+ tidak diperpanjang hingga batas waktu kesepakatan saat ini berakhir pada akhir Juli.

Lebih lanjut, perusahaan minyak Vitol dan Trafigura menambah dorongan sentimen investor pada hari Kamis dengan mengomentari lonjakan permintaan pada bulan Juni.

Komentar dari trader minyak global, Vitol dan Trafigura mengenai lonjakan permintaan minyak pada bulan Juni, dilaporkan oleh Bloomberg, juga mendukung pasar, kata ANZ Research.

Kepala Ekonom Vitol Giovanni Serio mengatakan kepada awak media, “Pelacakan permintaan jangka pendek kami mengonfirmasi pemulihan permintaan yang sehat dari posisi terendah April … Cina memimpin pemulihan pada bulan April dan Mei serta dalam beberapa minggu terakhir, Amerika Serikat dan negara-negara Eropa telah mengikutinya.”

Sementara itu, Ben Luckock, kepala perdagangan minyak di Trafigura, menambahkan, “Permintaan minyak kembali meningkat… secara global, kita mungkin kembali ke 90% dari tingkat normal, tetapi persentase pastinya bervariasi sesuai dengan lokasi.” Permintaan minyak Cina kembali ke tingkat sebelum merebaknya covid-19, katanya.

Tetapi investor lain skeptis terhadap dorongan besar untuk cairan hitam ini.

Kepala strategi CMC Markets Michael McCarthy mengatakan kepada Reuters bahwa volume perdagangan pada hari Jumat kecil, dan ada titik resistensi kuat pada kontrak WTI antara $40 dan $41, level yang dilihat oleh para analis sebagai titik di mana banyak produsen AS dapat memulai kembali kegiatan sumur-sumur minyak yang ditutup.

Faktor-faktor ini “menghambat perdagangan aksi beli yang agresif,” katanya.

Source : id.investing.com