© Reuters.

Harga minyak naik pada Rabu (06/01) pagi dengan mencuatnya janji tak terduga dari Arab Saudi untuk memangkas produksi minyak mentah lebih lanjut sebanyak satu juta barel per hari pada bulan Februari terus memberikan dorongan atas komoditas ini.

Harga minyak Brent naik 0,73% di $53,91 per barel pukul 09.23 WIB dan harga minyak WTI naik 0,40% di $50,13 per barel menurut data Investing.com.

Pengumuman Saudi itu muncul kala Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+, berhasil meraih kesimpulan pada hari kedua rapat Komite Pemantau Bersama Kementerian dan Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC ke-13. Pertemuan tersebut diperpanjang sehari setelah anggota gagal mencapai kesepakatan produksi Februari pada hari Senin.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk menjaga pasar, dan kami akan mengambil semua tindakan yang diperlukan. Saya telah mengatakan ini berulang kali dan bahkan menyarankan bahwa tidak ada yang harus bertaruh melawan tekad kami,” Menteri Energi Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan kepada Bloomberg setelah mengumumkan pemotongan tersebut.

“Mereka yang telah mendengarkan sekarang akan merasakannya hasilnya. Yang lain? Semoga berhasil dengan keputusan mereka,” tambahnya.

Di bawah kesepakatan OPEC+ yang dicapai selama pertemuan, produsen lain dilaporkan akan mempertahankan tingkat produksinya yang ada saat ini tidak berubah atau melakukan peningkatan bertahap. Rusia dan Kazakhstan akan meningkatkan produksi sebanyak 75.000 barel per hari pada Februari dan Maret.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menjelaskan janji Saudi sebagai “hadiah Tahun Baru yang luar biasa untuk seluruh industri minyak”. Namun, OPEC+ terus menghadapi prospek permintaan yang kompleks karena masih akan bertemu setiap bulan untuk memetakan rencana produksi. 

Jumlah kasus COVID-19 yang terus meningkat secara global telah membuat negara-negara memberlakukan langkah-langkah pembatasan yang lebih ketat, meningkatkan kekhawatiran permintaan bahan bakar. Inggris mengumumkan penguncian nasional baru pada Senin dan Jerman juga memperpanjang penguncian serta diperketatnya pembatasan.

Namun, harga minyak juga naik setelah data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis pada hari sebelumnya menunjukkan penurunan sebanyak 1.663 juta barel. Angka tersebut lebih besar dari penurunan 1,5 juta barel menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com, tetapi lebih kecil dari penurunan 4,785 juta barel yang tercatat selama minggu sebelumnya.

Investor sekarang menunggu rilis data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS, yang akan dirilis hari ini.

Source : id.investing.com