Minyak sedikit naik pada Jumat (06/12) pagi dan minyak mentah AS mendekati tingkat tertinggi dua bulan setelah OPEC menyetujui peningkatan pembatasan produksi hampir mencapai 50 persen pada awal tahun 2020. Keputusan dibuat kendati grup minyak tersebut tidak menjanjikan langkah-langkah lanjutan setelah bulan Maret.

Minyak berjangka Minyak Mentah WTI Berjangka naik 2 sen menjadi $58,45 per barel pada pukul 0101 GMT, menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (06/12) pagi. WTI naik ke level $59,12 per barel pada hari Kamis dan merupakan tingkat tertinggi akhir September.

Minyak Brent Berjangka berjangka bertambah 1 sen menjadi $ 63,40. Brent turun sebesar 0,6% pada hari Kamis.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya termasuk Rusia – yang dikenal sebagai OPEC+ – telah sepakat mengurangi produksi lebih besar untuk mencegah terjadinya kelebihan pasokan awal tahun depan lantaran pertumbuhan ekonomi yang mandek di tengah berlangsung perang dagang AS-Cina.

Kesepakatan itu, resmi berlaku pada hari Jumat, akan mengurangi produksi sebanyak 500.000 barel per hari (bph), melalui kepatuhan yang lebih ketat dan beberapa penyesuaian. Grup minyak tersebut telah menahan produksi 1,2 juta barel per hari dan jumlah baru dari kesepakatan ini mewakili sekitar 1,7% produksi minyak global.

Panel menteri yang mewakili OPEC dan produsen non-OPEC yang dipimpin Rusia merekomendasikan pemotongan dilakukan, menurut Menteri Energi Rusia Alexander Novak Kamis.

Rincian pemotongan perlu diselesaikan pada pertemuan OPEC+ yang akan dimulai Jumat ini di Wina.

Source : investing.com