© Reuters.

Harga minyak naik pada Rabu (26/08) pagi didorong penurunan produksi di Amerika Serikat menghadapi ancaman Badai Laura di wilayah Teluk Meksiko yang memaksa para produsen di AS menutup aktivitas kilang produksi minyaknya.

Harga minyak WTI naik tipis 0,02% ke $43,36 per barel sampai pukul 10.22 WIB dan harga minyak Brent menguat 0,22% di $46,39 per barel menurut data Investing.com.

Dilansir dari Reuters Rabu (26/08) pagi, kenaikan harga kedua minyak acuan ini juga terjadi di tengah optimisme perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. Para pejabat tinggi AS dan Cina menegaskan kembali komitmen terhadap kesepakatan perdagangan Tahap 1 pada hari Senin.

Namun pergerakannya masih tampak terbatas akibat munculnya kekhawatiran baru pandemi covid-19, yang telah menekan permintaan bahan bakar, setelah laporan dari Eropa dan Asia mengenai pasien yang kembali positif covid-19 setelah dinyatakan sembuh. Hal ini menambah kekhawatiran mengenai kekebalan tubuh manusia di masa depan.

Industri energi AS pada Selasa tengah bersiap menghadapi ancaman badai besar. Para produsen mengevakuasi segala sumber daya di 310 fasilitas lepas pantai dan menutup produksi minyak mentah sebanyak 1,56 juta barel per hari (bph). Angka ini sekitar 84% dari produksi lepas pantai Teluk Meksiko dan mendekati 90% tindakan penutupan saat terjadi ancaman Badai Katrina 15 tahun lalu.

Badai Laura diperkirakan akan menjadi badai besar dengan kecepatan angin 115 mil per jam (185 kilometer per jam) sebelum menghantam wilayah pantai di dekat perbatasan Texas-Louisiana Kamis pagi setempat, menurut Pusat Badai Nasional AS.

Source : id.investing.com