© Reuters.

Harga minyak naik tipis pada Jumat (23/10) pagi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengindikasikan ia akan siap memperpanjang rekor pemotongan pasokan untuk menghadapi pandemi covid-19.

Harga minyak WTI menguat tipis 0,05% di $40,66 per barel menurut data Investing.com pukul 09.34 WIB dan harga minyak Brent sedikit melemah 0,07% ke $42,49 per barel.

Diberitakan Reuters Jumat (23/10) pagi, Putin mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia tidak melihat kebutuhan produsen minyak utama untuk mengubah kesepakatan pemotongan pasokan global, tetapi tidak mengesampingkan perpanjangan pemotongan produksi jika kondisi pasar memungkinkan.

Pernyataannya itu sejauh ini merupakan indikasi paling jelas dari Rusia, salah satu produsen minyak terbesar dunia, bahwa pihaknya siap memperpanjang pembatasan produksi yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memenuhi penurunan permintaan yang disebabkan oleh pandemi.

Rusia telah bergabung dengan Organisasi Negara-Negara Eksportir Minyak (OPEC) yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk melakukan pemotongan produksi yang akan dicabut pada akhir tahun.

“Putin menegaskan bahwa persatuan Saudi/Rusia tetap utuh dan mereka akan terus menjaga harga minyak tetap kuat,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Meski begitu, jumlah infeksi baru covid-19 yang terus meningkat di Eropa dan AS kemungkinan akan membatasi harga, kata para analis. Pembatasan virus baru pun menunjukkan ada lebih banyak tekanan bagi permintaan bahan bakar.

Beberapa negara bagian AS melaporkan rekor peningkatan infeksi harian pada hari Kamis, bukti lebih lanjut mengungkap bahwa pandemi semakin cepat menyebar karena cuaca yang lebih dingin terjadi di banyak bagian negara.

Prancis pun memperpanjang jam malam dan menteri luar negeri Belgia dirawat intensif karena mengidap virus ini.

Source : id.investing.com