Harga minyak terkoreksi tipis, dibayangi kenaikan jumlah kasus baru virus corona

Harga minyak terkoreksi tipis pada awal perdagangan Jumat (3/7), setelah naik tinggi pada perdagangan sehari sebelumnya. Jumat (3/7) pukul 07.05 WIB, harga minyak jenis west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2020 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 40,26 per barel, turun 0,95% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 40,65 per barel.

Kemarin, harga minyak melambung lebih dari 2% karena data pengangguran AS yang menurun dan turunnya persediaan minyak mentah. Namun, kenaikan harga minyak ini masih dibayangi oleh melonjaknya kasus infeksi virus corona yang memicu kekhawatiran kegiatan ekonomi akan kembali melemah dalam beberapa pekan mendatang.

“Pada saat ini, data ekonomi tampaknya melebihi infeksi Covid-19 dan tampaknya pertumbuhan terjadi meskipun ada peningkatan dalam kasus-kasus ini,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago seperti dikutip Reuters.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah ekonomi AS mencatat penambahan 4,8 juta pekerjaan pada Juni, 1,8 juta lebih tinggi dari yang diperkirakan analis.

Para trader mengatakan data itu dapat mengurangi keinginan di Washington untuk lebih banyak dukungan federal bagi ekonomi.

“Laporan pekerjaan itu baik, tetapi sisi sebaliknya adalah bahwa itu sangat bagus sehingga dapat menghambat program stimulus,” kata Bob Yawger, direktur masa depan energi di Mizuho.

Namun, persediaan bensin lebih tinggi, dan lonjakan kasus di negara bagian AS yang berpenduduk padat. Pada hari Kamis, Florida melaporkan 10.000 kasus baru Covid-19.

Source : kontan.co.id