Harga Minyak Terus Naik, Prospek Permintaan Tetap Cerah

Harga minyak naik pada Rabu (16/06) pagi di Asia usai adanya penurunan pasokan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan prospek permintaan bahan bakar yang terus cerah di beberapa negara memberi dorongan atas cairan hitam ini.

Harga minyak Brent terus naik 0,85% ke $74,62 per barel pukul 11.39 WIB menurut data Investing.com. Harga minyak WTI kian naik 0,80% di $72,70 per barel.

Data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan penurunan sebanyak 8,537 juta barel untuk pekan terakhir 11 Juni. Penurunan tersebut jauh lebih besar dari perkiraan penurunan sebanyak 3 juta barel yang disiapkan oleh Investing.com dan penurunan sebanyak 2,108 juta barel minggu sebelumnya.

Data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis hari ini.

“Bahkan trader non-energi menempatkan spekulasi bahwa harga minyak akan terus naik,” sebut Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

“Semua orang menjadi terlalu bullish dengan harga minyak mentah. Prospek permintaan minyak mentah sangat kuat karena pemulihan di seluruh AS, Eropa dan Asia, akan membuat permintaan kembali ke tingkat sebelum COVID-19 pada paruh kedua tahun 2022,” tambahnya.

Sementara itu, eksekutif dari pedagang minyak utama termasuk Kepala Eksekutif Vitol Russell Hardy, mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka memperkirakan harga akan tetap di atas $70 per barel dan permintaan akan kembali ke tingkat sebelum COVID-19 di paruh kedua tahun 2022.

Hardy memperkirakan minyak akan diperdagangkan dalam kisaran $70 hingga $80 per barel untuk sisa tahun 2021. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) juga diperkirakan akan melanjutkan pembatasan produksinya saat ini.

Bahkan jika AS dan Iran menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 untuk mencabut sanksi dan ekspor Iran ditambahkan kembali ke pasokan global, itu tidak mungkin mengubah gambaran bullish, tambahnya.

Source : id.investing.com