Harga Minyak Turun Akhir Pekan, Pemulihan Pasokan Teluk Meksiko dari Badai Masih Lambat

Harga minyak turun pada Jumat (17/09) pagi di Asia. Pergerakannya kecil, meskipun pasokan Teluk Meksiko AS telah lebih banyak kembali beroperasi setelah diterpa dua badai. Cairan hitam berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan sekitar 4% dan pemulihan produksi dipandang tertinggal dari permintaan.

Harga minyak Brent turun 0,28% ke $75,46 per barel pukul 10.54 WIB dan harga minyak WTI turun tipis 0,15% di $72,45 per barel menurut data Investing.com.

Baik Brent dan WTI berjangka naik sekitar 4% untuk minggu ini, dengan Brent mendekati level tertinggi tujuh minggu dan WTI mendekati level tertinggi enam minggu. Produksi di Teluk Meksiko AS mengalami pemulihan yang jauh lebih lambat dari yang diharapkan setelah Badai Ida dan Nicholas masing-masing melanda wilayah itu pada akhir Agustus dan selama seminggu terakhir.

Sekitar 28% dari produksi minyak mentah di kawasan itu tetap berhenti operasi pada Kamis, lebih dari dua minggu setelah Badai Ida mendarat.

“Masih butuh waktu lebih lama dari yang diperkirakan orang dalam itu bisa kembali. Hal tersebut menjadi faktor pendukung di pasar. Kita akan masuk ke lebih banyak kondisi defisit pasokan, yang tampaknya menjadi pandangannya,” analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar mengatakan kepada Reuters.

Ekspor minyak mentah AS pada September turun menjadi antara 2,34 juta barel per hari (bph) dan 2,62 juta barel per hari dari 3 juta barel per hari pada akhir Agustus, menurut data awal dari Badan Informasi Energi (IEA) AS.

Data dari Badan Energi Internasional (IEA) minggu ini menunjukkan persediaan minyak OECD jatuh ke level terendah pada November, dan pemulihan permintaan bahan bakar diperkirakan melebihi pasokan, menurut Dhar.

Risiko melemahnya permintaan di Asia Tenggara telah mereda karena kasus COVID-19 tampaknya telah mencapai puncaknya di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand, tambahnya.

Source : id.investing.com