© Reuters.

Harga minyak turun pada Selasa (22/12) pagi seiring pemberlakuan pembatasan baru dan perjalanan di negara-negara dunia guna membendung merebaknya covid-19 yang dapat memicu atas kekhawatiran permintaan bahan bakar baru.

Harga minyak Brent turun 0,20% di $50,75 per barel menurut data Investing.com dan harga minyak WTI melemah 0,42% ke $47,77 per barel hingga pukul 09.29 WIB.

Baik kontrak Brent dan WTI berjangka turun lebih dari 3% pada hari Senin karena negara-negara bereaksi terhadap berita jenis baru covid-19. Inggris telah memberlakukan pembatasan penuh di London dan bagian tenggara negara itu. Banyak negara, termasuk Kanada dan Hong Kong, telah menangguhkan perjalanan ke Inggris Raya.

Varian virus tersebut telah dilaporkan menular di pasien Italia dan Gubernur New York Andrew Cuomo yakin virus baru ini sudah beredar di New York. Hal ini dapat menyebabkan pembatasan pergerakan lebih lanjut dan memberikan pukulan besar bagi konsumsi bahan bakar global.

“Minyak didorong oleh sentimen dan fundamental negatif. Pembatasan baru yang parah dapat memengaruhi mobilitas orang dan barang antara Inggris dan Eropa,” kepala strategi pasar komoditas BNP Paribas (PA:BNPP) SA, Harry Tchilinguirian mengatakan kepada Bloomberg.

Meskipun minyak mentah di New York telah reli lebih dari 30% sejak awal November berkat perkembangan vaksin yang positif, kemungkinan langkah-langkah tinggal di rumah lebih lanjut telah menekan harga utama turun dan melemahkan kurva maju sebagai tanda kelebihan pasokan.

“Ada ketidakpastian seputar permintaan minyak bumi karena virus yang bangkit kembali.” Tetapi pada saat yang sama, pasar “minggu lalu alami overbought dari euforia dengan distribusi vaksin,” direktur Tradition Energy Gary Cunningham mengatakan kepada Bloomberg.

Harga minyak fisik juga turun lantaran penyulingan di Asia mengurangi pembelian setelah melakukan pembelian lebih awal dari biasanya.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan negara sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, juga akan lebih sering bertemu.

“Kami mengadakan rapat bulanan karena kami yakin pasar masih belum pulih dan masih sangat fluktuatif. Kami perlu mengadopsi pendekatan langsung dan dapat bereaksi lebih cepat,” Wakil Perdana Menteri Rusia dan mantan Menteri Energi Alexander Novak mengatakan pada hari Senin.

Namun, Rusia kemungkinan akan mendukung pelonggaran lebih lanjut dari pengurangan produksi OPEC+yang ada saat ini ketika kelompok itu bertemu pada Januari 2021. Kenaikan 500.000 barel per hari yang disukai oleh Rusia adalah peningkatan pasokan maksimum yang diizinkan berdasarkan kesepakatan yang muncul dari pembicaraan kelompok tersebut sebelumnya di awal bulan.

Sementara itu, investor menunggu data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute yang akan dirilis hari ini.

Source : id.investing.com