Harga minyak turun pada Jumat (05/06) pagi lantaran pasar menunggu untuk melihat apakah produsen utama akan berkomitmen memperpanjang rekor pengurangan produksi guna mendorong harga minyak.

Sampai pukul 09.19 WIB, harga Minyak Mentah WTI Berjangka turun 0,64% di $37,17 dan Minyak Brent Berjangka melemah 0,35% di $39,85 menurut data Investing.com.

Melansir Reuters Jumat (05/06) pagi, namun kedua tolok ukur minyak ini akan mencatatkan kenaikan enam minggu beruntun pasca kesepakatan penurunan produksi serta tanda-tanda meningkatnya permintaan bahan bakar lantaran banyak negara mulai melonggarkan pembatasan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Untuk sepekan ini WTI telah naik 4,79% dan Brent naik 12,82%.

OPEC+ akan bertemu pada hari Sabtu (06/06) besok untuk membahas perpanjangan pemangkasan produksi, stasiun TV Ennahar Aljazair melaporkan Jumat mengutip sumber OPEC. Tiga sumber OPEC+ mengatakan sebelumnya konferensi video tingkat menteri dapat dilakukan pada minggu ini, jika Irak dan negara lainnya setuju untuk meningkatkan kepatuhan mereka terhadap pengurangan pasokan yang ada.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara lain yang dikepalai oleh Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, diperkirakan akan bertemu pada 4 Juni untuk membahas perpanjangan pemangkasan produksi, tetapi pertemuan itu ditunda di tengah pembicaraan mengenai kepatuhan yang buruk dari beberapa negara produsen.

Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar dunia, ingin memperpanjang pengurangan produksi sebanyak 9,7 juta barel per hari (bph) hingga bulan Juli.

Jika OPEC+ gagal untuk menyetujui lanjutan pemangkasan saat ini, itu berarti pemangkasan dapat kembali ke pemotongan sekitar 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember seperti yang disepakati sebelumnya.

Source : investing.com