Harga minyak turun pada Senin (21/10) pagi di tengah kekhawatiran yang berlarut mengenai prospek ekonomi global dan dampaknya terhadap permintaan minyak. Sementara itu Rusia kembali tak mampu mencapai target pemangkasan produksi minyak bulan lalu.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (21/10) pagi, minyak mentah berjangka acuan global, Brent (LCOc1) turun 10 sen atau 0,2% menjadi $59,32 per barel pada pukul 0108 GMT. Minyak mentah berjangka AS (CLc1) berkurang sebesar 9 sen, atau 0,2% ke level harga $53,69.

Pertumbuhan ekonomi Cina melambat sebesar 6% tahun ke tahun pada kuartal ketiga, tingkat terlemah dalam 27,5 tahun dan lebih kecil dari ekspektasi lantaran data produksi pabrik yang rendah dan ketegangan perdagangan yang berkelanjutan.

Namun, hasil kilang Cina mengalami peningkatan sebesar 9,4% YoY untuk bulan September mengisyaratkan bahwa permintaan minyak dari importir minyak terbesar di dunia itu tetap kuat.

Di sisi pasokan, Rusia mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya memproduksi minyak lebih besar daripada yang diantisipasi oleh kesepakatan global di bulan September akibat peningkatan produksi kondensat gas ketika negara itu bersiap untuk menghadapi musim dingin.

Source : investing.com