© Reuters.

Harga minyak turun pada Jumat (22/01) pagi di tengah diberlakukannya langkah-langkah pembatasan baru COVID-19 di China dan kekhawatiran permintaan bahan bakar berikutnya.

Harga minyak WTI turun 1,04% di $52,58 per barel menurut data Investing.com pukul 11.34 WIB dan harga minyak Brent turun 0,84% di $55,63 per barel.

Pemulihan permintaan bahan bakar di importir minyak terbesar di dunia telah mendukung perolehan cairan hitam pada akhir tahun 2020, menutupi permintaan yang tertinggal di AS dan Eropa. Namun, gelombang baru kasus COVID-19 di negara itu telah melihat penerapan kembali langkah-langkah pembatasan untuk menahan penyebaran virus.

“Memang, investor sedang berjuang untuk melihat melalui rasa sakit jangka pendek untuk keuntungan jangka panjang hingga akhir pekan kala jumlah kasus COVID-19 di China menjadi kekhawatiran permintaan paling signifikan bagi para pedagang,” kata kepala strategi pasar Axi Stephen Innes dalam catatan..

Shanghai melaporkan kasus pertama yang ditularkan secara lokal dalam dua bulan pada hari Kamis, dan wilayah pemerintahan khusus Hong Kong dilaporkan akan memulai kebijakan penguncian pertamanya akhir pekan ini di distrik Yau Tsim Mong di kota itu.

Wilayah lain juga tengah menerapkan pembatasan pencegahan dan di Beijing, warga didesak untuk tidak bepergian selama libur Tahun Baru Imlek ketika puluhan juta pekerja perkotaan biasanya kembali ke desa mereka.

Pembatasan baru yang tiba-tiba secara global telah berdampak buruk bagi industri penerbangan, dengan jumlah penerbangan secara global turun 25% selama minggu sebelumnya, analis ANZ Research mengatakan dalam catatan.

“Ini kemungkinan akan sangat membebani permintaan bahan bakar jet,” catatan itu memperingatkan.

data persediaan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS akan dirilis hari ini. Data tersebut ditunda karena hari libur dan pelantikan Presiden Joe Biden pada hari Rabu.

Source : id.investing.com