Harga Minyak Turun Kamis, Data Pasokan AS Hambat Pelemahan

Harga minyak turun pada Kamis (27/05) pagi di Asia, bahkan saat terjadi penurunan pasokan minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dapat memberi dorongan pada cairan hitam tersebut.

Harga minyak Brent turun 0,64% ke $68,29 per barel pukul 10.24 WIB dan harga minyak WTI turun 0,62% di $65,80 per barel menurut data Investing.com.

Data pasokan minyak mentah AS dari Badan Informasi Energi (EIA) AS menunjukkan penurunan sebanyak 1,662 juta barel untuk sepekan hingga 21 Mei. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com telah memperkirakan penurunan sebanyak 1,05 juta barel, sementara 426.000 barel hasil penurunan dicatat selama minggu sebelumnya.

Data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute (API) sehari sebelumnya menunjukkan penurunan 439.000 barel.

Sementara itu, data EIA juga melaporkan penurunan sebanyak 1,745 juta barel untuk persediaan bensin AS. Ini juga menunjukkan bahwa permintaan bahan bakar AS bergerak menuju kembali ke tingkat konsumsi sebelum COVID-19.

“Setiap titik data dalam laporan (EIA) bullish sampai tingkat tertentu,” dengan penurunan inventaris secara keseluruhan,” manajer portofolio Tortoise Matt Sallee mengatakan kepada Bloomberg.

Hal itu memperkuat pandangan bahwa “AS memimpin pemulihan secara global, sementara produsen AS tetap terkendali,” tambahnya.

Di seberang Atlantik, penggunaan jalan raya di Inggris Raya menyamai tingkat tertinggi sejak awal pandemi COVID-19.

Investor juga terus memantau perundingan antara Iran dan AS untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 yang dapat menambah pasokan minyak mentah Iran ke pasar jika AS mencabut sanksi yang diberlakukan saat ini. Perundingan akan berlanjut di Wina sepanjang minggu.

Sementara itu, wabah COVID-19 yang tengah menyebar di beberapa negara, termasuk negara importir minyak terbesar ketiga dunia, India, meredam prospek permintaan bahan bakar. Negara bagian Victoria terpadat kedua di Australia akan melakukan kebijakan penguncian selama satu minggu, dimulai di hari ini, akibat merebaknya wabah terbaru.

Source : id.investing.com