Harga minyak turun lagi di hari ketiga berturut-turut akibat varian baru corona

Harga minyak turun lagi pada awal perdagangan Rabu (23/12). Pada pukul 7.43 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2021 di New York Mercantile Exchange berada di US$ 46,74 per barel.

Harga minyak melemah 0,59% dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 47,02 per barel. Harga minyak turun tiga hari berturut-turut sejak awal pekan.

Dalam tiga hari, harga minyak WTI mengakumulasi penurunan 5,08% dari level tertinggi sejak Februari lalu.

Kemarin, harga minyak brent untuk pengiriman Februari 2021 di ICE Futures turun 1,63% ke US$ 50,08 per barel. Ini adalah penurunan harga minyak brent dalam dua hari dari level tertinggi sejak akhir Februari 2020.

Harga minyak turun karena varian mutan dari virus corona di Inggris menghidupkan kembali kekhawatiran atas pemulihan permintaan. Deteksi varian baru tersebut mendorong beberapa negara menutup perbatasannya dengan Inggris. BBC mengutip Menteri Eropa Prancis yang mengatakan bahwa kedua negara akan mengumumkan kesepakatan untuk memulai kembali pengiriman logistik pada hari Rabu.

Kedua kontrak minyak mencapai level tertinggi sejak Februari 2020 pada Jumat lalu. Saat itu, harga minyak WTI ditutup pada US$ 49,24 per barel dan harga minyak brent ditutup pada US$ 52,26 per barel.

“Kelesuan liburan telah terjadi pada minyak,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago kepada¬†Reuters. “Sekarang kita telah menyelesaikan stimulus, dan masih memiliki keprihatinan tentang jenis virus baru, orang-orang akan berhenti,” kata dia.

Minyak mendapat dukungan dari persetujuan Kongres Amerika Serikat (AS) atas paket bantuan virus corona senilai US$ 892 miliar setelah beberapa bulan mandek.

Fokus selanjutnya adalah laporan inventaris minyak AS terbaru, diperkirakan menunjukkan stok minyak mentah turun 3,3 juta barel. Laporan American Petroleum Institute akan dirilis pada hari ini.

OPEC+ akan meningkatkan produksi sebesar 500.000 barel per hari pada Januari. Belum ada tanda-tanda penundaan lagi yang disebabkan oleh penurunan harga tersebut. Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Senin mengatakan kenaikan produksi seharusnya tidak mengakibatkan kelebihan produksi.

Source : kontan.co.id