© Reuters.

Harga minyak turun pada Rabu (19/08) pagi di Asia meski terjadi penurunan pasokan minyak mentah dari data American Petroleum Institute (API) yang dibayangi oleh kekhawatiran atas pemulihan bahan bakar di AS.

Harga minyak Brent turun 0,59% ke $45,19 per barel dan harga minyak WTI turun 0,37% di $42,73 per barel menurut data Investing.com pukul 10.20 WIB.

API Selasa melaporkan penurunan pasokan sebanyak 4,264 juta barel untuk pekan terakhir hingga 14 Agustus. Angka ini melampaui perkiraan penurunan sebanyak 2,9 juta barel yang disiapkan oleh Investing.com.

Tetapi beberapa investor menyuarakan kekhawatiran mengenai pemulihan bahan bakar di AS lantaran Kongres AS masih tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai langkah-langkah stimulus terbaru untuk menopang pemulihan ekonomi dari dampak covid-19.

Meskipun Ketua DPR Nancy Pelosi mengindikasikan bahwa Partai Demokrat AS bersedia untuk memangkas proposal anggaran dana stimulus “setengahnya” untuk mencapai kesepakatan dengan Partai Republik, juru bicara Pelosi Drew Hammill dilaporkan mengklarifikasi bahwa Pelosi mengacu pada sikap sebelumnya bertemu dengan Partai Republik “di tengah jalan, tidak memotong RUU kami menjadi dua.”

“Kekhawatiran permintaan membebani harga minyak karena stimulus ekonomi AS masih belum jelas dan perundingan perdagangan AS-Cina ditunda,” Hiroyuki Kikukawa, manajer umum riset di Nissan (OTC:NSANY) Securities, mengatakan kepada Reuters.

“Namun kerugian dibatasi oleh berita positif seperti penurunan pasokan minyak mentah AS,” ujarnya mengacu ke prediksi API. Kikukawa juga memperkirakan harga akan tetap berada di kisaran ketat seiring sinyal beragam.

Investor kini akan mengawasi pertemuan komite pemantauan menteri bersama (JMMC) OPEC, yang dijadwalkan berlangsung sehari setelah pertemuan ditunda dari tanggal awal 18 Agustus. Menteri Energi Rusia Alexander Novak diperkirakan akan bergabung dalam pertemuan yang disiarkan secara virtual itu, meskipun dinyatakan positif covid-19 pada hari Selasa.

Source : id.investing.com