Harga Minyak Turun Pasca Proyeksi Ekonomi the Fed dan Texas

Harga minyak turun pada Rabu (24/02) pagi pasca proyeksi beragam atas prospek ekonomi AS memberikan hambatan di pasar komoditas ini yang terdampak badai salju monster minggu lalu di Texas, pusat penghasil minyak di Amerika Serikat.

Harga minyak Brent jatuh 0,91% ke $61,11 per barel pukul 09.48 WIB dan harga minyak Brent turun 0,175 di $64,01 per barel menurut data Investing.com.

Kedua patokan minyak tersebut turun dari posisi tertinggi setelah penilaian hati-hati atas ekonomi dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang mengatakan kepada komite perbankan Senat AS bahwa prospek ekonomi AS tetap “sangat tidak pasti,” dengan pemulihan tampak tidak merata dan jauh dari kata selesai meskipun ada kemajuan dari program vaksinasi Covid-19.

Tetapi ketua Fed juga mengatakan ia memperkirakan pertumbuhan PDB AS akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada paruh pertama 2021.

Dibantu oleh situasi pasokan yang lebih ketat di Amerika Serikat dan global, minyak telah menguat tanpa koreksi yang berarti selama lebih dari tiga bulan hingga sekarang. Mayoritas analis teknikal mengatakan pasar sudah overbought. Namun kenaikan harga minyak secara rutin mengabaikan peringatan semacam itu, terutama setelah badai Texas minggu lalu yang diperkirakan akan mengganggu produksi seperti halnya konsumsi, atau pemurnian.

Pelaku pasar akan mencari gambaran tentang stok minyak mentah dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) pada pukul 04.30 PM ET (21:30 GMT), menjelang data persediaan resmi pada hari Rabu dari Badan Informasi Energi (EIA) AS.

Konsensus perkiraan analis yang dipantau oleh Investing.com menunjukkan pasar mengharapkan EIA melaporkan penurunan sebanyak 5,2 juta barel untuk stok minyak mentah minggu lalu, menambah jumlah penurunan minggu sebelumnya sebesar 7,3 juta.

Source : id.investing.com