Harga Minyak Turun Selasa Pagi, Sentimen Covid-19 Masih Beri Tekanan

Harga minyak turun pada Selasa (23/02) pagi didorong oleh kekhawatiran yang terus-menerus hadir mengenai pemulihan permintaan bahan bakar dalam jangka pendek.

Harga minyak Brent turun 1,32% ke $63,77 per barel pukul 09.35 WIB dan harga minyak WTI turun 1,22% di $60,81 per barel menurut data Investing.com. Baik kontrak berjangka Brent dan WTI tetap di atas level $60.

Pemulihan global yang tidak merata dari COVID-19 juga memberi tekanan pada cairan hitam ini. Beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, memperpanjang atau memberlakukan kembali langkah-langkah pembatasan seiring dengan meningkatnya jumlah kasus virus. Di seberang Atlantik, walikota New York City Bill de Blasio meminta jeda atas pembukaan kembali kota tersebut dengan alasan informasi yang tidak memadai mengenai varian COVID-19. Permintaan telah stabil di Asia Tenggara dan diperkirakan tidak akan naik ke level sebelum COVID hingga akhir 2021 atau bahkan mungkin setelahnya.

Sementara kekhawatiran permintaan telah menghentikan reli minyak baru-baru ini, investor tetap optimis terhadap prospek jangka panjang berkat peluncuran vaksin COVID-19 global yang berkelanjutan dan dorongan dana senilai $1,9 triliun dari AS dalam bentuk paket stimulus yang ditandatangani menjadi undang-undang pada awal bulan.

Di sisi penawaran, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) akan menggelar rapat pada 1 April mendatang untuk menentukan kebijakan produksi pada bulan Mei. Kartel tersebut terus menurunkan harga melalui pemotongan produksinya, yang dijadwalkan berakhir pada akhir bulan April.

Investor juga menunggu data pasokan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute (API), yang akan dirilis hari ini.

Source : id.investing.com