Harga minyak kembali jatuh. Bahkan pada baru sampai pukul 12.41 WIB, harga terendah minyak berada di US$ 14,47 per barel. Minyak jenis West Texas Intermediate pengiriman Mei 2020 ini jatuh jelang berakhirnya masa kontrak berjangka.

Tekanan ini lebih untuk mengurangi pasokan. Harga minyak yang jatuh 21% ini menjadi level terendah sejak tahun 1999. 

“Industri ini menghadapi prospek makro minyak yang paling suram setidaknya sejak akhir 1990-an,” kata Analis Jefferies, Jason Gammel seperti dikutip Financial Times. Ia memangkas perkiraan harga minyak WTI di kuartal II tahun ini menjadi US$ 19 per barel. 

Harga minyak merosot karena wabah virus korona yang membuat permintaan menurun. Infeksi virus corona Covid 19 di seluruh dunia mencapai 2,4 juta pada Senin (20/4) menurut data Johns Hopkins dan 165.000 orang meninggal. 

Global Head of Market Strategy Westpac Robert Rennie mengatakan, meski ini adalah kontrak minyak Mei berakhir di hari ini. Tapi ia khawatir penurunan harga ini bisa berdampak pada kontrak minyak WTI untuk bulan Juni. Ia memperkirakan harga minyak WTI untuk Juni bisa dibawa ke bawah US$ 20 per barel. 

Hingga pukul 12.51 WIB minyak WTI untuk pengiriman Juni berada di US$ 23,66 per barel atau turun 5,47% dari hari sebelumnya. 

Source : kontan.co.id