© Reuters.

Harga minyak WTI jatuh pada Jumat (27/11) pagi meski ada optimisme permintaan akan terus berlanjut lantaran didorong harapan perkembangan vaksin covid-19 dan juga tanda-tanda kekhawatiran perbedaan pendapat dari OPEC sebagai pendorong utama pergerakan komoditas ini. Volume perdagangan keseluruhan rendah karena hari libur Thanksgiving di AS.

Harga minyak Brent naik 0,10% di $47,84 per barel pukul 10.50 WIB dan harga minyak WTI jatuh 1,55% ke $45,00 per barel menurut data Investing.com.

Pergerakan komoditas emas hitam ini muncul pasca belum tercapainya kesepakatan antar anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terkait keberlanjutan pemotongan pasokan yang akan melampaui tanggal akhir kesepakatan pada Januari mendatang.

Belum satu suaranya di kalangan negara-negara anggota OPEC telah memanas seiring peningkatan harga, dengan beberapa negara mendesak untuk segera kembali ke kebijakan kuota pasokan sebelumnya yang lebih besar. Negara-negara anggota dengan ekonomi yang bergantung pada minyak telah merasakan sedikit keuntungan dari harga minyak yang rendah ditambah pula dengan kuota produksi yang dibatasi dan sangat ingin meningkatkan pasokan saat harga sedang menguat.

Terlepas dari perbedaan pandangan dari internal dalam grup, OPEC dan negara mitra lainnya (OPEC+) diharapkan akan mempertahankan batas pasokan melewati tanggal akhir yang disepakatai saat ini setidaknya hingga tiga bulan. Tanggal pastinya akan diputuskan pada Rapat ke-180 Konferensi OPEC dan Pertemuan Tingkat Menteri OPEC ke-12 dan non-OPEC masing-masing pada 30 November dan 1 Desember.

“Pengumuman pasca vaksin dan pasca pemilu di AS yang mendorong kenaikan merupakan berkah bagi Arab Saudi dan sekutu utamanya dalam kebijakan minyak, Kuwait,” tulis Paul Horsnell dari Standard Chartered dalam catatan. Kenaikan itu telah meningkatkan pembelaan khusus dari anggota OPEC+ yang lebih enggan mematuhi kesepakatan.

Masalah kelebihan pasokan lanjutan juga kemungkinan terjadi karena produksi serpih minyak AS muncul lagi karena kenaikan harga. Kegiatan produksi minyak serpih dihentikan selama periode harga rendah yang terjadi baru-baru ini karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih tinggi daripada metode standar.

Namun, optimisme pun akan berlanjut atas kembalinya kondisi ekonomi yang lebih normal pasca pandemi covid-19 mencegah penurunan harga yang lebih besar. Berita positif dari vaksin terus mengirimkan sentimen penarik ke pasar dan beberapa calon vaksin sekarang akan didistribusikan dalam waktu dekat.

Meskipun ada kekhawatiran terbaru ini tentang seberapa efektif peluncuran vaksin global, tampaknya masih belum cukup untuk menarik minyak kembali di bawah $45 di seluruh pasar. Penurunan saat ini juga dapat dikaitkan dengan aksi ambil untung investor setelah mengalami lonjakan harga baru-baru ini.

“Tampaknya aksi ambil untung akhirnya mulai terjadi … saat kita memasuki akhir pekan,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA kepada Reuters.

Namun, “dengan WTI bertahan di atas $45 dan Brent telah menyentuh $49, tampaknya minyak mentah melewati masalah terburuk pasca musim panas,” tambahnya.

Source : id.investing.com