Penggunaan mata uang dolar ke depannya akan semakin melemah. Pasalnya, ini disebabkan karena negara-negara akan semakin mengedepankan kepentingannya.

Institut Analisis Keamanan Global Anne Korin mengatakan, penggerak utama seperti China, Rusia dan Uni Eropa memiliki motivasi kuat untuk melakukan de-dollarisasi (mengganti penggunaan mata uang dolar).

“Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi yang kami tahu adalah situasi saat ini tidak akan berkelanjutan,” ujar Korin seperti dilansir dari CNBC.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin

Jika kekuatan dolar sebagai mata uang utama di dunia menurun pengaruhnya, maka mata uang lainnya dapat mengisi peran yang secara tradisional dimainkan oleh greenback, terutama yuan China.

Source : okezone.com