Hingga tengah siang, harga emas spot berada di US$ 1.811 per ons troi

Harga emas bergerak mix. Mengutip Bloomberg, Kamis (9/7) pukul 11.40 WIB, berada di level US$ 1.811 per ons troi naik 0,12% dari penutupan kemarin. Pada perdagangan sesi sebelumnya, harga emas spot naik ke level tertinggi sejak September 2011 setelah menyentuh US$ 1.817,71 per ons troi. 

Pelemahan harga emas bersamaan dengan pasar saham di kawasan Asia yang menghijau setelah adanya harapan yang kuat terhadap pemulihan ekonomi. Kini, investor pun hanya melihat prospek ekonomi depan dengan menjadikan laporan pendapatan di kuartal II sebagai patokan. 

Selain itu, pasar saham Amerika Serikat (AS) pun  berhasil ditutup menguat pada akhir sesi kemarin. Bahkan, Nasdaq cetak rekor tingginya lagi.

Pesanan mesin inti Jepang naik 1,7% pada Mei dari bulan sebelumnya, versus perkiraan penurunan 5,4% oleh para ekonom di jajak pendapat Reuters. Pesanan inti dianggap sebagai indikator
belanja modal dalam enam hingga sembilan bulan mendatang.

Menteri Keuangan Inggris menjanjikan tambahan US$ 38 miliar untuk mencegah krisis pengangguran.

Walau begitu, pesona emas tetap muncul karena seorang pejabat Federal Reserve menyebut pemulihan ekonomi di AS mungkin macet. Hal ini menimbulkan keraguan tentang itu daya tahan dari ekonomi Negeri Paman Sam. 

Belum lagi, kasus global virus corona kini sudah lebih dari 12 juta pada Rabu (8/7), dengan lebih dari setengah juta orang tewas.

Emas yang merupakan aset safe haven karena digunakan sebagai penyimpan nilai yang aman pada saat-saat tertentu di tengah ketidakpastian politik dan keuangan pun mendapat keuntungan. 

Source : kontan.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *