Sempat tergelincir, harga emas kembali terungkit. Mengutip Bloomberg, Senin (8/6) pukul 11:05 WIB harga emas spot berada di US$ 1.688,99 per ons troi, naik 0,23% dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Minggu lalu, harga emas batangan pun sudah menunjukkan tanda-tanda koreksi setelah turun 2,4%. Ini menjadi penurunan mingguan terbesarnya sejak pekan yang berakhir 13 Maret lalu. Selain itu, penurunan harga emas di pekan lalu menjadi yang pelemahan ketiga secara berturut-turut. 

Data tenaga kerja AS yang secara tak terduga membaik di bulan Mei, setelah bulan sebelumnya mencetak rekor terburuk sejak Perang Dunia Kedua memang menjadi sentimen utama bagi harga emas. 

Untuk pekan ini, investor akan fokus menanti FOMC Meeting yang dilaksanakan di tengah pekan ini. Diharapkan The Federal Reserve bakal memberikan pernyataan terkait kondisi terkini akibat pandemi virus corona. 

Seperti diketahui, kematian global akibat virus corona sudah mencapai 400.000 hingga Minggu (7/6), ketika kasus melonjak di Brasil dan India. Sementara menurut perhitungan Reuters, kasus infeksi virus corona sudah mendekati 7 juta. 

Sentimen ini diprediksi mampu menahan harga emas untuk jatuh lebih dalam. Di tambah lagi adanya katalis dari demonstrasi untuk reformasi kepolisian  di Negeri Paman Sam yang masih bisa menopang si kuning.

Source : kontan.co.id