Harga emas mengungguli pergerakan pasar ekuitas pada kuartal pertama ini dan tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, menurut salah satu mantan analis Bear Stern.

Seperti diwartakan Kitco Senin (06/04), Jesse Felder, penerbit buletin investasi Felder Report, menekankan perkiraan bullish jangka panjangnya untuk emas, mengatakan dalam laporan terbaru bahwa harga emas dapat dengan mudah menembus level tertinggi sepanjang masa 2011. 

Harga emas memulai perdagangan minggu ini dengan volatilitas yang relatif rendah karena bergerak di kisaran $1.600 per ons. Emas Berjangka naik 0,09% di $1,647.10 per ons pukul 09.29 WIB mengutip data Investing.com dan XAU/USD meningkat 0,1% ke 1.620,01.

Felder mengatakan bahwa ia melihat dua faktor yang seharusnya mendorong investor untuk menambahkan “porsi signifikan” emas ke dalam portofolio.

Faktor pertama yang diamati adalah nilai emas dibandingkan dengan pasar ekuitas. Ia mengatakan bahwa sinyal untuk membeli emas di atas ekuitas dipicu pada rasio emas:ekuitas Februari berubah positif.

Selama tiga bulan pertama 2020, Dow turun 21,8%, kinerja kuartalan terburuk sejak 1987. Sementara itu, S&P 500 turun 18,7%, kuartal terburuk sejak krisis keuangan 2008. Sebagai perbandingan, harga emas berjangka mengakhiri tiga bulan pertama tahun ini dengan kenaikan hampir 5%.

Faktor kedua yang akan terus mendukung harga emas, kata Felder, yakni jumlah besar uang yang dihabiskan untuk memerangi dampak negatif covid-19 terhadap ekonomi global.

Bulan lalu, Federal Reserve mengumumkan tiga kebijakan darurat yang mendorong suku bunga menjadi nol dan memperkenalkan langkah-langkah pelonggaran kuantitatif tanpa batas.

Felder menambahkan bahwa emas bukan hanya alat diversifikasi portofolio yang vital, tetapi di masa ketidakpastian ekonomi, emas juga merupakan aset penting untuk mengamankan kekayaan.

Source : investing.com