Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada jelang akhir pekan ini bisa bergerak menguat terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, pasar diliputi sentimen positif untuk aset berisiko dengan adanya rencana pembukaan lockdown untuk mengaktifkan perekonomian oleh sebagian negara Eropa dan AS karena penyebaran wabah Covid-19 yang mulai melandai.

Selain itu, sentimen positif juga datang dari berita kemajuan pembuatan vaksin Covid-19 oleh salah satu perusahaan AS, Gilead Sciences.

Sentimen positif di atas mungkin bisa menutupi sentimen negatif yang mungkin datang dari data pertumbuhan Ekonomi China kuartal 1 yang diprediksi minus 6,2 persen dan data produksi Industri Tiongkok bulan Maret yang diprediksi turun 7 persen.

“Rupiah berpotensi menguat hari ini dengan potensi penguatan ke kisaran Rp 15.450 dan resisten di Rp 15.700,” kata Aris dalam riset hariannya, Jumat (17/4/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada Kamis kemarin (16/4/2020) berada di level Rp 15.640 per dolar AS.

Level itu melemah bila dibanding pergerakan Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 15.575 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Kamis kemarin berada di level Rp 15.787 per dolar AS.

Posisi itu melemah bila dibandingkan pada Rabu sebelumnya yang berada di level Rp 15.702 per dolar AS.

Source : suara.com