Harga minyak mentah membukukan kenaikan terbesar satu hari pada perdagangan Kamis waktu setempat. Hal ini usai adanya sentimen positif bahwa Arab Saudi berencana melakukan pertemuan darurat dengan Rusia dan produsen minyak lain untuk membahas gejolak pasar.

Arab Saudi mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat dengan produsen minyak yang tergabung dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC). Pemerintah Saudi akan mempertimbangkan untuk menurunkan produksi menjadi sekitar 9 juta barel per hari, atau sekitar 3 juta barel lebih sedikit dari yang direncanakan pada bulan April.

Pernyataan tersebut pun membuat harga Brent USD5,20 atau 21,0% menjadi USD29,94 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS USD5,01 atau 24,7% menjadi USD25,32.

Brent melonjak sebanyak 47% selama sesi, persentase kenaikan intraday tertinggi yang pernah ada. Sedangkan, WTI melonjak sebanyak 35%, tertinggi kedua, setelah kenaikan intraday 36% pada 19 Maret.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pun mengharapkan Rusia dan Arab Saudi bisa sepakat melakukan pengurangan produksi minyak. Trump mengaku telah berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan mengharapkan Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi produksi minyak sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel.

Meskipun mengalami kenaikan besar, harga minyak masih kehilangan lebih dari setengah nilainya tahun ini. Pasar merosot pada awal Maret, ketika Arab Saudi dan Rusia tidak sepakat mengenai untuk mengekang produksi, dan Saudi meningkatkan produksi menjadi lebih dari 12 juta barel per hari dan mengirimkan kargo diskon di seluruh dunia.

Sejak itu, pandemik coronavirus telah sangat mengurangi permintaan bahan bakar. Harga minyak mentah AS turun di bawah USD20 per barel beberapa kali dalam beberapa hari terakhir.

“Pertanyaan akan muncul, apakah mereka dapat menyetujui sesuatu? Dibutuhkan beberapa minggu Brent pada USD25 dan WTI pada USD20 dan tampaknya Rusia lebih mudah didekati daripada sebulan lalu,” kata Wakil presiden Riset Pasar Tradition Energy di Stamford Gene McGillian, dilansir dari Reuters, Jumat (3/4/2020).

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan bahwa Amerika Serikat belum mengetahui perincian resmi rencana Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi pasokan minyak dan belum akan meminta produsen minyak domestik AS untuk ikut campur dengan pemotongan mereka sendiri.

Dengan permintaan bahan bakar diperkirakan turun 20% hingga 30% dalam beberapa bulan mendatang, tekanan membangun pada produsen minyak untuk mencapai kesepakatan, dan Trump menyatakan semakin frustrasi tentang harga minyak mentah dan pengaruhnya terhadap industri energi.

Source : okezone.com