Harga minyak bergerak variasi di Asia pada Jumat (17/04) di mana Rusia dan Arab Saudi memberikan isyarat untuk memangkas produksi lebih lanjut.

Kedua negara produsen minyak itu mengatakan semalam bahwa mereka terbuka untuk menurunkan produksi lebih lanjut di atas jumlah pemotongan hampir 10 juta barel yang disepakati oleh OPEC+ pada awal April. Mereka akan “terus mengawasi pasar minyak dan siap untuk mengambil tindakan lanjutan bersama dengan OPEC+ dan negara produsen lain jika dianggap perlu,” Menteri Energi Rusia Alexander Novak dan juga Pangeran Abdulaziz bin Salman dari Arab Saudi mengatakan dalam pernyataan bersama.

Minyak Mentah Brent Berjangka internasional menguat 1,73% di $28,30 per barel pukul 10.44 WIB mengutip data Investing.com. Minyak Mentah WTI AS jatuh 0,91% ke $19,69.

OPEC menurunkan perkiraan permintaan minyak global semalam lantaran harga minyak telah jatuh lebih dari 10% sejak tercapainya kesepakatan OPEC+.

Meski beberapa negara berkomitmen untuk meningkatkan pembelian minyak sebagai cadangan strategis negara, analis Commerzbank (DE:CBKG) mengatakan kepada CNBC bahwa pembelian ini “akan mengakomodasi 23 juta barel, yang biasanya merupakan cadangan tambahan besar tetapi hari ini hanya akan cukup untuk menutup satu peningkatan persediaan mingguan.”

Beberapa investor tetap skeptis bahwa pemotongan OPEC+ akan mengurangi kelebihan pasokan minyak saat ini sampai mereka mendapatkan kejelasan lebih lanjut.

“Harga rendah akan tetap ada sampai ada kejelasan tentang kapan dan seberapa banyak negara non-OPEC akan ikut serta dalam pengurangan produksi tambahan,” analis di Rystad Energy mengatakan kepada CNBC.

Lainnya menyatakan pentingnya anggota non-OPEC, seperti Amerika Serikat, juga mengurangi produksi dalam negeri.

“Harga minyak harus tetap tertekan untuk memaksa pengurangan produksi di antara negara produsen non-grup (OPEC+),” Norbert Ruecker, kepala ekonomi di bank Swiss Julius Baer (SIX:BAER) mengatakan kepada CNBC.

Source : investing.com