Harga minyak kembali anjlok pada Senin (27/04) pagi di Asia dan melepas keuntungan yang diraih pada sesi perdagangan Jumat (24/04) silam.

Pada pukul 09.09 WIB menurut data Investing.com, Minyak Brent Berjangka anjlok 2,06% di $24,30 dan minyak WTI Berjangka juga anjlok tajam 7,32% ke $15,70 per barel. Minyak Brent Jumat pekan lalu sempat ditutup melonjak 17,02% dan sebaliknya minyak WTI ditutup melemah 1,83%.

Baik minyak berjangka Brent dan WTI menguat selama sesi sebelumnya lantaran Baker Hughes melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan energi Amerika memangkas produksi bulanannya selama April pada level yang muncul sejak 2015. Continental Resources, perusahaan minyak terbesar di North Dakota, menghentikan mayoritas produksinya di negara bagian itu.

Di utara Amerika, perusahaan pengeboran minyak Kanada juga memangkas jumlah rig minyak dan gas aktif ke tingkat rekor terendah.

Sementara itu, negara produsen utama Rusia mengumumkan rencana memangkas separuh ekspor minyaknya dari pelabuhan Baltik dan Laut Hitam pada bulan Mei.

Tetapi bagi para investor, pemotongan ini cukup memerangi dilema kelebihan minyak di pasar terdampak anjloknya permintaan akibat covid-19 yang sedikit menunjukkan tanda pemulihan di saat ruang penyimpanan minyak global terisi dengan cepat. Dengan permintaan minyak turun sekitar 30%, perusahaan energi Kpler memperkirakan bahwa 85% dari penyimpanan minyak di darat sudah penuh.

Bahkan anggota OPEC menyatakan keraguannya terhadap pengurangan produksi harian sebanyak 10 juta barel OPEC+ yang disepakati dua minggu lalu, dan dijadwalkan mulai pada hari Jumat, akan memberi tekanan.

“Terlepas dari langkah-langkah yang diambil oleh OPEC, produsen minyak di berbagai negara harus menyadari bahwa mereka mungkin dipanggil untuk mengambil langkah-langkah yang lebih drastis,” kata menteri sumber daya dan perminyakan Angola Diamantino Azevedo, kepada ANGOP pada hari Jumat. Angola adalah anggota OPEC.

Tetapi para investor berharap bahwa penjualan bahan bakar akan meningkat pada kuartal berikutnya di Cina lantaran melonggarnya tindakan karantina wilayah untuk membatasi penyebaran virus.

Source : investing.com