Harga minyak kembali anjlok pada Senin (11/05) pagi dipicu kekhawatiran atas kelebihan pasokan yang terus-menerus menerpa dan suramnya perekonomian akibat pandemi covid-19 mengurangi dukungan pengurangan pasokan dari beberapa negara produsen utama dunia.

Pada pukul 09.29 WIB menurut data Investing.com, Minyak Brent Berjangka jatuh 1,68% ke $30,45 per barel dan Minyak Mentah WTI Berjangka anjlok 2,18% di $24,20.

Kedua tolok ukur minyak ini telah mencatatkan kenaikan selama dua minggu terakhir karena negara-negara telah mengurangi pembatasan kegiatan usaha dan sosial yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran covid-19 dan turut pula sedikit mendorong permintaan bahan bakar. Produksi minyak di seluruh dunia juga mengalami penurunan.

Tetapi kemungkinan tanda-tanda gelombang kedua infeksi covid-1 di timur laut Cina dan Korea Selatan mengkhawatirkan investor bahkan ketika banyak negara cenderung mulai mengurangi pembatasan atas pandemi covid-19 sehingga dapat mendukung permintaan minyak.

Permintaan minyak global telah anjlok sekitar 30% karena pandemi covid-19 membatasi pergerakan manusia di seluruh dunia dan ini malah terus meningkatkan pasokan global.

Kekhawatiran Amerika Serikat bakal segera kehabisan tangki ruang penyimpanan memicu harga WTI anjlok ke wilayah negatif bulan lalu sehingga mendorong beberapa produsen AS untuk memangkas produksi.

Dalam tanda itu, jumlah pengeboran minyak dan gas yang beroperasi di AS berkurang menjadi 74 dalam sepekan hingga 8 Mei. Angka ini merupakan rekor terendah menurut rilis data Jumat lalu dari perusahaan jasa energi Baker Hughes Co (N:BKR) kembali pada tahun 1940 silam.

Source : investing.com