Harga minyak lanjut menguat pada Jumat (24/04) pagi. Pergerakan positif minyak ini mendapat dorongan dari beberapa negara produsen seperti Kuwait yang mengatakan akan memotong produksi secepatnya mengantisipasi anjloknya permintaan minyak global akibat pandemi covid-19.

Menurut data Investing.com, Minyak Mentah WTI Berjangka melonjak 7,45% ke $17,73 per barel pukul 10.45 WIB setelah ditutup melonjak 19,74% dan Minyak Brent Berjangka melonjak 5,34% di $22,47 per barel setelah ditutup 4,71% pada sesi sebelumnya.

Walau saat ini mengalami lonjakan tinggi, harga minyak WTI untuk satu minggu terakhir ini masih turun 2,24% dan minyak Brent anjlok 19,41%.

Seperti diwartakan Reuters Jumat (24/04) pagi, di bawah kesepakatan yang disetujui antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara produsen terkait seperti Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, pengurangan produksi sebanyak 9,7 juta barel minyak per hari akan dimulai pada bulan Mei mendatang.

Tetapi kantor berita negara Kuwait KUNA mengatakan Kamis setempat negara produsen minyak ini mulai akan memotong pasokan ke pasar internasional tanpa menunggu dimulainya tanggal resmi kesepakatan OPEC+.

Sementara itu kompleks ladang minyak di Azerbaijan yakni Azeri-Chirag-Guneshli akan memangkas produksinya pada bulan Mei mendatang dan seterusnya karena negara produsen minyak itu juga ingin memenuhi komitmennya atas kesepakatan untuk memangkas produksi, empat sumber mengungkapkan.

Source : investing.com