Customers wait in line to purchase fuel at the Duck-Thru in Scotland Neck, N.C., on Tuesday, May 11, 2021. The station was doing a brisk business on Tuesday as news of the cyberattack on the Colonial Pipeline spread fear of a gas shortage in rural North Carolina. (Robert Willett/The News & Observer via AP)

Harga minyak dunia bergerak naik pada hari ini. Kenaikan harga si emas hitam bahkan sampai menyentuh rekor terbaru.

Pada Jumat (15/10/2021) pukul 07:28 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 84,44/barel. Naik 0,52% dan menjadi rekor tertinggi sejak Oktober 2018.

Sementara yang jenis light sweet harganya US$ 81,74/barel. Naik 0,53% dan menjadi yang tertinggi sejak Oktober 2014.

Krisis energi dunia menjadi penyebab lonjakan harga minyak. Saat harga gas alam semakin mahal, pencarian terhadap sumber energi alternatif kian menjadi-jadi. Selain batu bara, minyak juga menjadi pengganti gas alam sebagai sumber energi primer pembangkit listrik.

International Energy Agency (IEA) dalam laporan terbarunya memperkirakan permintaan minyak dunia akan naik 5,5 juta barel/hari. Kenaikan ini bisa berdampak negatif, karena harga minyak yang tinggi bakal berdampak ke inflasi dan daya beli masyarakat.

“Harga gas alam, batu bara, dan minyak yang mencapai rekor disebabkan oleh ancaman blackout yang dihadapi berbagai negara. Pelaku usaha kini berpaling ke minyak untuk mempertahankan pasokan listrik tidak terhambat.

“Namun harga energi yang tinggi akan menambah tekanan inflasi. Ini bisa mengancam aktivitas industri dan pemulihan ekonomi,” sebut laporan IEA.

crudeSumber: IEA, Reuters

IEA memperkirakan pasokan minyak dari negara-negara OPEC+ akan 700.000 barel/hari di bawah permintaan di negara-negara tersebut. Artinya, pasokan minyak akan terus berada di bawah permintaannya hingga akhir tahun ini.

Di sisi lain, kapasitas produksi di negara-negara OPEC+ kian terbatas. Kapasitas cadangan turun dari 9 juta bare/hari pada kuartalI-2021 menjadi 4 juta barel/hari pada kuartal berikutnya.

“Transisi menuju energi bersih memberi harapan. Namun ini harus dilakukan secepat mungkin, atau perekonomian dunia akan menghadapi jalan yang terjal,” tulis laporan IEA.

Source : cnbcindonesia.com