Selama enam hari beruntun ini, harga minyak terus menguat di tengah optimisme pengurangan produksi dan meningkatnya permintaan mulai mengurangi dampak kelebihan pasokan akibat tindakan karantina wilayah atasi covid-19 dan perang harga.

Sampai pukul 09.36 WIB, Minyak Mentah WTI Berjangka naik 0,86% di $24,77 per barel dan Minyak Brent Berjangka menguat 0,36% di $31,08 per barel. Terakhir, minyak WTI melonjak 20,45% ke $24,56 per barel pada penutupan Selasa (05/05) dan minyak Brent melonjak 13,86% di $30,97 per barel

Menurut laporan yang dilansir Reuters Rabu (06/05) pagi, Diamondback (NASDAQ:FANG) Energy Inc. dan Parsley Energy (NYSE:PE) (NYSE:PE) Inc. menjadi perusahaan pengebor AS terbaru yang memotong produksinya di ladang minyak serpih terbesar negara itu. Itu terjadi setelah OPEC+ mulai menerapkan pembatasan produksi sebanyak 9,7 juta barel per hari pada 1 Mei lalu.

Pemangkasan ini mengurangi kekhawatiran bahwa dunia akan kehabisan ruang penyimpanan minyak mentah dan bahan bakar. Ini juga mengurangi kemungkinan terjadinya lagi kejatuhan harga minyak di bawah nol bulan lalu karena kontrak bulan depan mendekati masa waktu jatuh tempo. 

Kelebihan pasokan mungkin telah mencapai puncaknya, menurut Morgan Stanley (NYSE:MS), meskipun pasar kemungkinan akan tetap mengalami kelebihan pasokan selama beberapa minggu ke depan.

Source : investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *