Harga minyak semakin melonjak pada Selasa (05/05) pagi dan melanjutkan tren positif sesi sebelumnya di tengah ekspektasi meningkatnya permintaan bahan bakar lantaran beberapa negara bagian AS dan negara-negara di Eropa dan Asia mulai menurunkan tindakan ketat karantina wilayah hadapi covid-19.

Sampai pukul 10,34 WIB menurut data Investing.com, (Minyak Mentah WTI Berjangka) melonjak 6,57% ke $21,73 per barel dan Minyak Brent Berjangka juga melonjak 3,68% di $28,20 per barel.

Kedua kontrak minyak acuan ini melonjak lebih 5% pada Senin (04/05) kemarin.

Melansir Reuters Selasa (05/05) pagi, prospek membaiknya permintaan bahan bakar ini muncul karena beberapa negara bagian AS dan beberapa negara lain, termasuk Italia, Spanyol, Portugal, India, dan Thailand, mulai membolehkan warganya kembali bekerja dan membuka aktivitas lahan konstruksi, taman, dan perpustakaan.

Permintaan minyak global mungkin sempat anjlok 30% pada bulan April, kata para analis, dan pemulihan kemungkinan akan berlangsung lambat. Utamanya dari sektor dirgantara yang diperkirakan akan tetap terseok selama beberapa bulan mendatang.

Dengan Arab Saudi, Rusia, produsen dan perusahaan besar lainnya memangkas produksi, optimisme pasar mengabaikan keputusan regulator energi Texas membatalkan pemungutan suara yang mengamanatkan pengurangan produksi 20% di negara bagian penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat itu.

Source : investing.com