Harga minyak menguat di Asia pada Kamis (16/04) pagi setelah menjauh dari level terendah 18 tahun selama sesi sebelumnya.

Minyak mentah Brent internasional menguat 1,70% ke $28,16 pada pukul 10.45 WIB menurut data Investing.com setelah kemarin jatuh nyaris 7% dan minyak WTI AS naik 0,86% di $20,04 per barel pasca turun 1% lebih kemarin.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan adanya penurunan permintaan sebanyak 29 juta barel per hari pada bulan April dalam laporan bulanannya dan angka ini merupakan tingkat terendah lebih dari dua dekade.

“Tidak ada kesepakatan mudah yang dapat memotong pasokan dengan cukup untuk mengimbangi anjloknya permintaan jangka pendek tersebut. Namun, pakta minggu lalu merupakan awal yang solid,” tambah laporan itu.

Selain itu, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan semalam bahwa persediaan minyak mentah AS melonjak 19,2 juta barel hingga 10 April. Dalam perkiraan disusun Investing.com, analis telah memperkirakan peningkatan 11,676 juta barel.

American Petroleum Institute (API) juga memperkirakan 13,1 juta barel kenaikan pada Selasa.

Bahkan di kala negara-negara produsen minyak termasuk Arab Saudi dan Rusia menyetujui pengurangan produksi sebagai bagian dari kesepakatan OPEC+ yang dicapai pada 5 April, jumlahnya itu masih menunjukkan kelebihan pasokan yang tidak dapat dihindari karena COVID-19 terus menggerogoti permintaan.

“Implementasi kesepakatan lambat, risiko ketidakpatuhan dan tidak ada komitmen tegas dari pihak yang ikut serta bisa tetap memberikan tekanan di pasar sampai pandemi virus mulai melonggarkan cengkeramannya agar permintaan bahan bakar dapat pulih kembali,” analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan kepada CNBC.

Source : investing.com