Dolar AS melanjutkan tren penguatan pada Senin (10/02) pagi setelah data pasar tenaga kerja di Amerika Serikat memberikan tanda terbaru dari kekuatan perekonomian negeri Paman Sam tersebut, sementara kekhawatiran terhadap epidemi virus korona membatasi pergerakan mata uang lain yang terpapar sektor perdagangan dengan Cina.

Menurut laporan yang dilansir Reuters Senin (10/02) pagi, data Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS meningkat untuk bulan lalu, melampaui perkiraan sebelumnya, dengan peningkatan khusus berasal dari sektor konstruksi – menunjukkan ekonomi masih terus menguat.

Sementara itu, angka kematian akibat wabah virus korona, bertambah lagi selama akhir pekan, melewati jumlah keseluruhan korban yang tewas oleh epidemi SARS. Sekarang jumlahnya mencapai 908 orang di Cina, dan total ada 40.171 orang terinfeksi virus ini.

Hal itu membuat mata uang yang terpapar sektor perdagangan dengan Cina bergerak melemah. Dolar Australia menyentuh titik terendah baru satu dekade di $0,6657 pada awal perdagangan dan terakhir berada di $0,6680. Dolar Selandia Baru menyentuh level terendah dua bulan di $0,6397.

Terpisah dolar AS berada di tingkat tertingginya terhadap mata uang utama lain dan mata uang safe haven seperti yen tetap menguat. Terhadap euro, greenback tepat di bawah tingkat tertinggi empat bulan $1,0940 yang disentuh Jumat lalu di $1,0948. Pound parkir nyaman di dekat level terendah November silam di $1,2890.

Kegelisahan yang hadir mendorong yen Jepang beranjak naik pada pagi setempat di 109,64 per dolar. Dan kurs yuan luar negeri terakhir diperdagangkan stabil di 7,0069 per dolar.

Source : investing.com