Negara dan pasar keuangan dunia kini tengah menunggu pengumuman strategi keluar karantina wilayah dari PM Boris Johnson yang akan segera diketahui Senin (11/05) setempat dan ini bisa menimbulkan pergerakan pasar yang sangat tidak stabil pada hari ini.

Pekan lalu, pound telah mengakhiri minggu dengan sedikit melemah terhadap mayoritas mata uang utama. Terkini hingga pukul 09.56 WIB, GBP/USD naik 0,17% di 1,2428, EUR/GBP turun 0,10% ke 0,8727 dan GBP/JPY menguat 0,30% di 132,72 menurut data Investing.com.

Sementara, rupiah USD/IDR juga melemah 0,33% di 18.535,6 terhadap pound Inggris hingga pukul 10.12 WIB.

Mengutip laporan Poundsterlingforecast.com Senin (11/05) pagi, strategi keluar dari karantina wilayah Inggris itu sangat disorot di seluruh dunia saat ini. Umumnya negara-negara dan ekonomi yang keluar dari tindakan pembatasan dan tanpa adanya masalah atau gangguan lanjutan kemungkinan bisa mendapatkan dorongan yang juga berpotensi memberi kekuatan pada mata uang negara terkait.

Selain itu data inflasi AS bakal diketahui pada hari Selasa setelah tidak adanya data penting di sesi Eropa, serta keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan moneter dari bank sentral Selandia Baru yakni RBNZ (Reserve Bank of New Zealand).

Pada hari Kamis, klaim pengangguran AS akan memberi volatilitas di pasar. Pengangguran AS akan sorotan utama. Angka ini dapat memengaruhi sentimen pasar dan dapat memengaruhi semua mata uang utama.

Akhirnya, PDB atau data pertumbuhan, data ketenagakerjaan dan neraca perdagangan di kawasan Euro kemungkinan akan menjadi Jumat fluktuatif bagi nilai tukar Euro karena investor memantau dampak covid-19. Selanjutnya, data penjualan ritel AS dan Kanada mungkin memunculkan beberapa pergerakan bagi USD dan CAD.

Source : investing.com