© Reuters.

Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat (10/07) pagi. Pertambahan kasus covid-19 masih jadi penghambat laju penguatan rupiah pagi ini dan sebaliknya euro menguat lantaran langkah penanganan virus dari pemerintah Eropa.

Rupiah USD/IDR ditutup 0,43% di 14.457,5 per dolar AS sampai pukul 11.43 WIB menurut data Investing.com. Adapun mengutip Bank Indonesia (BI) sebagaimana dilansir Suara.com Jumat (10/07), kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor nilai tukar rupiah terpantau melemah 55 poin ke level Rp 14.501 dari posisi sebelumnya di level Rp 14.446.

Analis mengatakan kekhawatiran peningkatan penularan kasus covid-19 global kembali menjadi sentimen negatif yang bisa menekan pergerakan aset berisiko di sesi Asia hari ini, termasuk rupiah.

Kekhawatiran ini menutupi potensi pemulihan ekonomi di tengah pandemi. 

Terlepas dari dampak penyebaran covid-19 terhadap permintaan aset risiko mengutip laporan Bloomberg Jumat (10/07), indikator pasar menunjukkan euro akan terus bergerak naik. Euro bergerak menuju penutupan di atas moving average 200 minggu untuk pertama kalinya dalam setahun. 

Pukul 12.02 WIB, Euro EUR/USD turun tipis 0,08% di 1,1271 menurut data Investing.com Sepekan pasangan ini telah naik 0,20%.

Optimisme pasar di Eropa telah didorong oleh langkah-langkah penanganan virus di Uni Eropa, termasuk perundingan tentang dana pemulihan bersama, dan implementasi tindakan pembatasan pemerintah yang relatif cepat.

Source : id.investing.com