© Reuters.

Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis (25/06) pagi. Pelemahan rupiah ini terjadi karena terus bertambahnya kasus global covid-19 dapat menahan laju pemulihan ekonomi dan rencana tarif impor AS untuk barang asal Eropa berpotensi picu perang dagang baru.

Sampai pukul 11.25 WIB, rupiah USD/IDR turun 0,32% di 14.175,0 per dolar AS menurut data Investing.com. Sedangkan mengutip laporan CNBC Indonesia pada Kamis (25/6/2020), kurs tengah BI atau kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.231. Rupiah melemah 0,5% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Kala pembukaan pasar, rupiah masih stagnan di Rp 14.080/US$. Sejurus kemudian rupiah masuk jalur hijau, meski penguatannya tipis saja.

Namun rupiah seakan tidak mampu melawan tekanan gravitasi. Apa mau di kata, hampir seluruh mata uang utama Asia memang melemah di hadapan dolar AS. Bahkan banyak yang depresiasinya lebih dalam dari rupiah.

Seperti yang diwartakan Liputan6 Kamis (25/06), analis mengungkapkan kasus COVID-19 yang terus meninggi dikhawatirkan menghambat pemulihan ekonomi yang kini sedang berlangsung sejak pembukaan kembali perekonomian.

Isu lain yang bisa menekan aset berisiko, lanjutnya, adalah rencana pengenaan tarif impor baru terhadap barang-barang Eropa oleh AS yang bisa memicu perang dagang baru.

Analis pun memperkirakan rupiah hari ini bisa ditutup melemah tipis dengan ke Rp14.050 per dolar AS dengan potensi resisten di Rp14.200 per dolar AS.

Source : id.investing.com