Nilai tukar kembali menguat dan bergerak di bawah Rp 13.700 per dolar Amerika Serikat (AS) sejak kemarin hingga hari ini. Kamis (6/2) pukul 8.14 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 13.658 per dolar AS, menguat 0,23% dari posisi kemarin.

Kurs rupiah menguat dalam tiga hari perdagangan berturut-turut. Dalam tiga hari, rupiah mengakumulasi penguatan 0,61%.

Nilai tukar rupiah menguat meski angka pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2019 dan sepanjang 2019 yang dirilis kemarin lebih rendah daripada prediksi analis. “Investor masih menginginkan aset Asia dan di antara negara-negara regional, Indonesia relatif tertahan dari dampak penyebaran virus corona,” kata Yanxi Tan, FX strategist Maybank di Singapura.

Tan melihat, investor pun masih memandang positif komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah lewat intervensi pasar. Dia memperkirakan, kurs rupiah dalam jangka pendek akan berada di Rp 13.580-Rp 13.870 per dolar AS.

Penguatan rupiah pagi ini beriringan dengan beberapa mata uang seperti won, dolar Taiwan, peso, dan yuan. Sedangkan dolar Singapura, baht, ringgit, yen, dan dolar Hong Kong melemah terhadap the greenback.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia turun tipis ke 98,28 setelah kemarin naik 0,35%. Kemarin, indeks dolar AS berada di 98,30 yang merupakan level tertinggi sejak 29 November 2019.

Source : kontan.co.id