Nilai tukar USD/IDR terhadap dolar AS Rabu (04/03) pagi ini menguat setelah bank sentral AS, Federal Reserve, mengambil tindakan darurat memangkas suku bunganya mengantisipasi dampak yang timbul dari virus covid-19.

Mata uang rupiah Indonesia melonjak 0,95% di 14.140,0 atau menguat 135,0 poin pada pukul 10.14 WIB berdasar data Investing.com.

Melansir Kompas Rabu (04/03) pagi, Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan hari ini rupiah akan bergerak positif terdorong kejutan dari Bank Sentral AS yang memangkas suku bunga acuannya.

Lebih lanjut Ariston menilai tanggapan dari The Fed ini juga dapat diartikan bahwa wabah corona sangat serius memberikan dampak negatif ke perekonomian. Apalagi virus ini masih menunjukkan peningkatan penyebaran di beberapa negara.

The Fed sebelumnya memutuskan menurunkan suku bunga sebanyak 50 basis poin ke kisaran target 1,00% hingga 1,25% menurut laporan Reuters Rabu (04/03) pagi dan penurunan suku bunga ini lebih besar dari biasanya yang hanya 25 basis poin. Ini adalah penurunan suku bunga pertama di luar jadwal pertemuan rutin pengambil kebijakan Fed sejak terjadi puncak krisis keuangan 2008.

Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali pandangannya bahwa ekonomi AS tetap kuat, tetapi mengatakan penyebaran virus telah menyebabkan perubahan mendasar dalam prospek pertumbuhan bank sentral AS.

Selain the Fed, bank sentral beberapa negara terutama yang terkena imbas virus corona juga sudah melakukan kebijakan stimulus.

Bank Sentral Australia memangkas suku bunganya menjadi 0,5 persen kemarin. Bank Sentral Jepang sudah melakukan pembelian obligasi senilai 500 milyar yen. Pemerintah Indonesia dan BI juga mengeluarkan kebijakan stimulus dan Pemerintah Korea Selatan sedang merencanakan anggaran untuk stimulus.

Source : investing.com