Rupiah USD/IDR melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (09/06) pagi. Kendati mata uang garuda mengalami pelemahan di tengah ekspektasi pasar pulihnya ekonomi dari kebijakan pelonggaran dan pembukaan tindakan pembatasan covid-19, pasar juga menilai kebijakan stimulus dari bank sentral dan pemerintah turut pula memberi dukungan di pasar mata uang. Pound melemah jelang pengumuman rencana pelonggaran pembatasan covid-19 di Inggris.

Rupiah turun 0,29% di 13.925,0 per dolar AS menurut data Investing.com sampai pukul 11.14 WIB. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini Selasa (9/6/2020) dibuka melemah tipis. Rupiah terpantau melemah tipis ke level Rp 13.973 per dolar AS seperti dilansir Suara.com Selasa (09/06). Pound mengalami koreksi 

Mengutip Bank Indonesia (BI) Senin (8/6/2020) kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor rupiah melemah 17 poin ke posisi Rp 13.973 dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di posisi Rp 14.956.

Meski melemah, analis memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada Selasa ini masih bisa perkasa lawan dolar AS.

Menurut analis, sentimen positif terkait pembukaan ekonomi kembali di tengah pandemi masih membayangi pergerakan aset berisiko.

Kemarin, bursa saham global menguat karena sentimen positif tersebut. Pasar berekspektasi ekonomi akan segera pulih dengan pembukaan ekonomi tersebut.

Data tenaga kerja AS yang positif Jumat lalu menjadi salah satu bukti awal, Apalagi perekonomian saat ini juga masih didukung oleh stimulus bank sentral dan pemerintahan.

Sementara itu kabar pasar mata uang dari Inggris, pound bergerak melemah terhadap dolar AS Selasa (09/06) pagi ini di tengah harapan pemerintahan Inggris akan lebih melonggarkan tindakan karantina wilayah covid-19 minggu ini seperti dilaporkan Futurecurrencyforecast.com Senin (08/06).

Hingga pukul 11.47 WIB, GBP/USD turun 0,11% di 1,2708 menurut data Investing.com setelah kemarin ditutup menguat tipis 0,04%.

Perdana Menteri Boris Johnson diharapkan akan mengumumkan pelonggaran pembatasan untuk bar, restoran, dan sektor hiburan lainnya yang memiliki akses area luar seperti taman bir terbuka.

Sehingga, investor pound (GBP) berharap Inggris dapat mulai mengambil langkah-langkah stabilitas pemulihan ekonomi negara.

Source : investing.com