© Reuters.

Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Rabu (01/07) pagi. Pelemahan rupiah dan pound ini diperkirakan karena kekhawatiran pemulihan ekonomi lambat akibat masih banyaknya kasus covid-19 pasca PM Inggris berjanji menggelontorkan dana senilai £5 miliar untuk pembangunan infrastruktur.

Menurut data Investing.com, rupiah USD/IDR ditutup turun 0,49% di 14.325,0 per dolar AS sampai pukul 11.38 WIB. Sedangkan mengutip Bank Indonesia (BI) kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor Rabu (1/7/2020) rupiah melemah 39 poin ke level Rp 14.341 dari posisi sebelumnya di level Rp 14.302 seperti dilansir Suara.com Rabu (01/07).

Analis mengatakan masih melemahnya nilai tukar rupiah karena kekhawatiran melambatnya pemulihan ekonomi karena masih banyaknya kasus baru covid-19.

Selain itu, lanjutnya pengesahan UU keamanan berpotensi meningkatkan ketegangan antara AS dan Cina yang juga akan memberikan sentimen negatif ke aset berisiko.

Di sisi lain, tambah analis, rilisnya data inflasi Indonesia untuk bulan Juni, bila menunjukan angka yang lebih rendah di bawah 2 persen mengindikasikan aktivitas ekonomi Indonesia melambat, bisa memberikan sentimen negatif ke rupiah.

Sementara itu, poundsterling bergerak melemah terhadap dolar AS setelah pidato dari Perdana Menteri Boris Johnson soal rencana pembangunan rumah dan infrastruktur yang dijanjikannya.

Pukul 11.50 WIB, Poundsterling GBP/USD turun 0,26% di 1,2367 menurut data Investing.com.

Dalam pidatonya seperti dilansir Exchange Rates Selasa (30/06), Perdana Menteri Johnson PM berjanji akan “menggunakan momen ini” untuk memperbaiki masalah ekonomi yang sudah berlangsung lama dan menjanjikan “kesepakatan baru” senilai £5 miliar untuk membangun rumah dan infrastruktur.

Ia juga mengumumkan peninjauan rute transportasi Inggris, termasuk jalur “lintas laut” antara Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.

Source : id.investing.com