Harga emas turun di Asia pada Rabu (14/04) pagi di tengah berlanjutnya volatilitas pasar yang mendorong perubahan drastis sentimen risiko akibat dipicu pandemi covid-19.

Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan semalam bahwa pandemi covid-19 dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi global menyusut 3% pada tahun 2020 dan angka ini jauh lebih buruk dari masa Great Depression tahun 2008-2009.

Emas berjangka sempat naik lebih 2% pada sesi sebelumnya, level tertinggi sejak 2012, karena investor berburu logam kuning setelah pengumuman IMF. Tetapi kemudian emas turun 0,88% ke $1.753,35 per ons, sementara emas spot turun 0.28% ke level $1.721.90 per ons Rabu (15/04) pagi pukul 10.34 WIB menurut data Investing.com.

Harga emas turun lantaran dipengaruhi “sedikit pergerakan volatil, ekuitas sedikit bergerak naik dan mungkin trader mengunci keuntungan dari emas,” Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, kepada Bloomberg.

Dow ditutup naik 2,39% di 23.949,76 dan bursa saham Asia bervariasi pada Rabu ini.

Namun, Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, memberikan catatan positif ketika ia mengatakan kepada CNBC, “Ada banyak pembelian atas safe haven. Ini adalah masalah resesi/depresi yang ada di sana sekarang. Prospek ekonomi terlihat cukup mengerikan. Fed AS baru saja menggelontorkan dana $2 triliun minggu lalu dan bank sentral lainnya di seluruh dunia melakukan hal yang sama; suku bunga mendekati atau nyaris nol, ada banyak kekhawatiran di luar sana dan ini merupakan kondisi cukup sempurna bagi emas untuk naik ke $2.000.”

Source : investing.com