Pergerakan reli emas kini telah kembali surut dengan Presiden AS Donald Trump memilih untuk tidak melanjutkan eskalasi lain dari konflik Amerika Serikat dan Iran. Tapi hal tersebut tidak menghentikan buyer safe haven untuk mendorong harga ke tingkat tertinggi hampir tujuh tahun di atas $1.600 pada Kamis (09/01) pagi.

Sementara penurunan 1% lebih logam kuning pada sesi itu merupakan pergerakan yang paling tajam selama lebih dari sebulan dan dorongan kuat di atas $1.600 dapat membantu harapan optimis buyer emas bahwa reli emas di tahun 2020 ini masih berada di tahap awal.

Emas berjangka COMEX untuk penyerahan Februari di New York ditutup turun $14,10, atau sebesar 0,9%, di $1,560,20 per ons. Kontrak emas berjangka ini turun sebanyak 1,2% dalam perdagangan pasca-penyelesaian pada pukul 02.35 PM ET (19:35 GMT).

Emas spot, yang mencerminkan perdagangan langsung fisik emas, jatuh $20,15, atau sebesar 1,3%, di $1,553,74.

Beberapa analis emas menyampaikan prediksinya tentang logam kuning yang dapat mengalami penurunan lebih lanjut. Dan analis lain mengatakan rebound dari penurunan pada Kamis pagi sangat mungkin terjadi.

“Terlepas dari apa yang terjadi dalam jangka pendek, saya tetap berpandangan bullish secara fundamental pada emas karena bursa saham AS dinilai terlalu tinggi dan keinginan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga global pada level rendah yang luar biasa ini,” ungkap Fawad Razaqzada, analis forex.com di London.

“Tren bullish emas hampir tidak memiliki bubuk kering yang tersisa, dengan jumlah posisi beli yang ekstrem, dan posisi ini lebih besar daripada perkiraan yang dimiliki per trader,” tandas TD Securities dalam catatan. “Ini menambah dukungan bagi pandangan kami bahwa emas dapat mengalami masa overbought (jenuh beli, red) untuk jangka pendek.”

Source : investing.com