Yen bergerak terbatas pada Senin (27/04) pagi sebelum pertemuan Bank of Japan (BOJ) di mana para pengambil kebijakan tersebut diprediksi mempertimbangkan pembatalan batas pembelian obligasi dan melonggarkan pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang terkena dampak krisis covid-19.

Trader mata uang juga fokus pada pertemuan Federal Reserve AS akan berakhir Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB dan juga pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) Kamis menurut laporan Reuters Senin (27/04) pagi. Tindakan bank sentral utama ini sekali lagi akan menjadi sorotan di tengah kesulitan perekonomian global melawan depresi tajam akibat covid-19.

The Fed telah mengumumkan sejumlah langkah-langkah dan diperkirakan akan tetap menahannya pada minggu ini dan ini tidak akan mengganggu dolar, ungkap para analis.

Spekulasi tinggi mengarah kepada euro. Ini terjadi karena ECB kemungkinan akan memperpanjang pembelian utangnya yang juga akan memasukkan peringkat obligasi sampah ke dalam skema rencana. Beberapa investor khawatir keputusan ini dapat memperluas keretakan di antara anggota Uni Eropa.

Mengutip data Investing.com pukul 09.32 WIB, USD/JPY stabil di 107,50 dan EUR/JPY turun tipis 0,02% di 116,34,

BOJ diharapkan tidak mengubah target kebijakan utamanya yakni mendorong tingkat suku bunga jangka pendek ke -0,1% dan mempertahankan imbal hasil obligasi 10-tahun di sekitar nol.

Sementara di tanah air, rupiah dibuka melemah 1,01% atau 155 poin ke 15.505,0 per dolar AS.

Source : investing.com