
Harga minyak makin naik pada Senin (24/05) petang di mana sentimen investor pasar komoditas ini didorong oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi AS yang berkelanjutan dari COVID-19 dan prospek permintaan bahan bakar yang membaik. Investor juga memantau kemajuan perundingan yang dilakukan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 yang kemungkinan akan meningkatkan pasokan minyak mentah global.
Harga minyak Brent terus naik 1,06% ke $67,05 per barel pukul 14.13 WIB dan harga minyak WTI masih naik 1,07% di $64,26 per barel menurut data Investing.com.
Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan selama minggu lalu bahwa AS “siap” untuk mencabut sanksi terhadap minyak negara, sektor perbankan dan pengiriman, yang menyebabkan harga minyak turun.
“Produksi minyak Iran telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, kemungkinan untuk mengantisipasi pencabutan sanksi,” sebut analis ANZ dalam catatan.
Namun, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan pada hari Minggu bahwa berakhirnya kesepakatan pemantauan tiga bulan antara Iran dan Badan Energi Atom Internasional PBB akan menghentikan akses terakhir pada gambar dari dalam beberapa situs nuklir Iran. Perundingan antara kedua belah pihak berlanjut di Wina sepanjang minggu ini.
Terkait cuaca, investor memantau sistem tekanan rendah yang terletak di bagian barat Teluk Meksiko, yang memiliki peluang 60% menjadi topan dalam waktu 48 jam ke depan menurut Pusat Badai Nasional AS.
Lebih lanjut di AS, penyebaran COVID-19 terus melambat dan negara itu mengakhiri minggu pertama sejak Juni 2020 tanpa melaporkan hari infeksi melebihi 30.000. Tingkat kematian terus menurun di Prancis dan Italia sehingga meningkatkan prospek permintaan bahan bakar.
Namun, di Asia, beberapa negara terus menghadapi masalah wabah COVID-19. Jumlah total kematian COVID-19 di India mencapai 303.720 pada 24 Mei, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Sementara itu, Organisasi Negara-Negera Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) dilaporkan telah menunda pertemuan Komite Teknis Gabungannya, yang semula akan berlangsung pada 25 Mei, dilaporkan telah ditunda hingga 31 Mei. Namun, pertemuan tingkat menteri kelompok itu masih akan tetap berlangsung sesuai jadwal pada 1 Juni.
Source : id.investing.com