Harga Minyak Lanjut Turun, Fokus Cuaca Dingin Beralih ke Dampak Produsen

Harga minyak lanjut turun pada Jumat (19/02) petang akibat kekhawatiran yang berkembang bahwa penutupan kilang minyak dampak cuaca dingin di Texas dan sekitarnya akan membutuhkan waktu untuk dibuka kembali sehingga bisa menyebabkan penurunan permintaan minyak mentah.

Harga minyak Brent turun 0,99% ke $63,30 per barel menurut data Investing.com pukul 13.23 WIB dan harga minyak WTI turun 1,24% ke $59,77 per barel.

Baik kontrak Brent dan WTI sempat naik ke level tertinggi 13 bulan pada hari Kamis karena didorong oleh sentimen cuaca dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan sebanyak sepertiga dari produksi AS dilaporkan tutup, fokusnya kini bergeser ke dampak terhadap produsen.

“Pasar khawatir mengenai penutupan kilang di Texas, di mana cuaca kutub telah menyebabkan pemadaman listrik dan sumur serta pipa yang membeku,” kata ANZ Research dalam catatan.

Kurangnya permintaan dari kilang tersebut kemungkinan akan menyebabkan penumpukan stok minyak mentah selama beberapa minggu mendatang, meskipun sekitar 3,5 juta barel per hari (bph) dari produksi minyak AS telah ditutup, catatan itu menambahkan.

Beberapa kilang minyak AS dapat memajukan pekerjaan pemeliharaan yang biasanya dijadwalkan berlangsung untuk musim semi, menjelang musim berkendara di musim panas, kata analis Citi dalam catatan sendiri.

“Pemadaman kilang bisa lebih dalam dan lebih lama, utamanya menjelang musim pemeliharaan di musim semi, karena beberapa pabrik dapat memutuskan untuk mengantisipasi perubahan proyeksi yang direncanakan sekitar 500k barel per hari secara agregat selama bulan depan,” tambah catatan Citi.

Data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS menunjukkan penurunan sebanyak 7,258 juta barel dalam seminggu hingga 12 Februari. Angka ini lebih besar dari perkiraan penurunan 2,429 juta barel yang disiapkan oleh Investing.com dan 6,644 juta barel penurunan tercatat untuk minggu sebelumnya.

Data dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan pengurangan pasokan sebanyak 5,8 juta barel.

Source : id.investing.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *