
Harga minyak kian anjlok pada Kamis (25/03) petang. Sentimen pembatasan baru COVID-19 di Eropa memicu kembalinya kekhawatiran atas permintaan bahan bakar dan membatasi keuntungan semalam dari macetnya jalur kapal kontainer yang memblokir pengiriman minyak melalui Terusan Suez.
Harga minyak Brent makin jatuh 1,60% ke $63,38 per barel pukul 13.38 WIB dan harga minyak WTI kian anjlok 1,95% di $59,99 per barel menurut data Investing.com.
Minyak telah jatuh di awal pekan karena gelombang ketiga kasus COVID-19 Eropa dan penundaan peluncuran vaksin memengaruhi permintaan bahan bakar. Harga kembali berbalik arah pada Rabu setelah kapal Ever Given terjebak di Terusan Suez dan membuat macet jalur perairan untuk sepuluh kapal tanker yang membawa 13 juta barel minyak. Upaya penarikan oleh kapal lain dan juga penggalian untuk membantu kapal tersebut sejauh ini belum berhasil.
Data AS yang dirilis pada hari Rabu oleh Badan Informasi Energi (EIA) AS menunjukkan permintaan gasolin bertambah, dan tingkat pengoperasian kilang meningkat, sehingga memberikan dorongan pasar.
Data pasokan minyak mentah EIA menunjukkan peningkatan sebanyak 1,912 juta barel sepekan hingga 19 Maret. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com memperkirakan penurunan sebesar 272.000 juta barel, sementara ada peningkatan 2,396 juta barel dilaporkan pada minggu sebelumnya.
Data dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan kenaikan sebanyak 2,927 juta barel.
Namun, macetnya jalur perairan terpenting di dunia dan data pasokan AS dibayangi oleh meningkatnya kasus COVID-19 dan menimbulkan kekhawatiran permintaan bahan bakar.
“Meski faktor-faktor [kemacetan di Terusan Suez dan permintaan AS] ada di sana, hal itu tidak benar-benar menghapus pertanyaan soal permintaan yang ditanyakan awal pekan ini,” kata analis komoditas Commonwealth Bank, Vivek Dhar.
“Dan sementara fokusnya adalah di Eropa, kita juga memiliki kasus COVID-19 mengalami peningkatan di tempat-tempat lain seperti India dan Brasil, negara berkembang yang sangat penting bagi cerita untuk pertumbuhan permintaan minyak yang berkelanjutan,” tambahnya.
India mencatat rekor harian tertinggi untuk jumlah infeksi baru dan kematian pada hari Rabu, dan menambahkan varian ‘mutan ganda’ baru COVID-19 telah ditemukan.
Karena kekhawatiran permintaan bahan bakar terus berlanjut dan harga turun, ada ekspektasi yang berkembang bahwa Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, atau OPEC+, akan memperpanjang pembatasan pasokan yang ada saat ini hingga Mei ketika kelompok menggelar pertemuan produksi pada 1 April mendatang.
Source : id.investing.com