Minyak Makin Naik, Macet Total Terusan Suez Bisa Berlangsung Berminggu-minggu

Harga minyak makin naik pada Jumat (26/03) petang setelah sempat berakhir di zona merah pada sesi sebelumnya akibat kekhawatiran bahwa kapal kontainer besar dapat memblokir Terusan Suez selama berminggu-minggu sehingga menghalangi jalur pasokan minyak yang vital tersebut.

Harga minyak Brent terus naik 1,44% ke $62,84 per barel menurut data Investing.com dan harga minyak WTI kian naik 1,67% ke $59,54 per barel pukul 13.43 WIB.

Namun, baik kontrak berjangka Brent dan WTI akan mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut lebih dari 3%, menyusul penurunan minggu sebelumnya lebih dari 6%.

Kapal kontainer Ever Given masih terjebak di kanal, di mana ada larangan masuk untuk semua kapal mulai hari Kamis, dan upaya untuk mengeluarkan kapal pun terus berlangsung. Namun, upaya itu bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu, menurut perusahaan penyelamat.

“Harapan bahwa kemacetan di Terusan Suez yang mungkin berlangsung selama berminggu-minggu menimbulkan kekhawatiran akan ketatnya pasokan di pasar minyak,” ujar peneliti Nissan Securities Yasushi Osada kepada Reuters.

“Tapi kekhawatiran yang masih ada bahwa gelombang baru tindakan penguncian di Eropa dan tempat lain kemungkinan dapat memperlambat pemulihan permintaan bahan bakar global yang diperkirakan membatasi kenaikan harga,” ia mengingatkan.

Pembatasan COVID-19 baru di Eropa untuk menahan gelombang ketiga kasus virus kemungkinan akan mengurangi permintaan bahan bakar di benua itu. Jerman, negara ekonomi terbesar di Eropa, mencatat peningkatan terbesar dalam kasus COVID-19 sejak Januari 2021 tetapi tiba-tiba membatalkan rencananya untuk memberlakukan penguncian pada hari Paskah pada hari Rabu lalu.

Permintaan bahan bakar di Asia juga terancam. Penduduk di bagian barat India diperintahkan untuk tetap di dalam rumah oleh otoritas setempat karena negara itu mencatat tingkat kasus COVID-19 tertinggi dalam lima bulan.

Juga memberikan tekanan pada cairan hitam ini adalah kesulitan menjual ke Asia, dan khususnya China. Pembeli Asia mengambil minyak yang lebih murah dari penyimpanan sementara pemeliharaan kilang telah mengurangi permintaan, menurut beberapa investor.

Source : id.investing.com